Gambar
Jumat, 14 Maret 2014
Belajar Bersama: model desain pembelajaran J.E Kemp
Belajar Bersama: model desain pembelajaran J.E Kemp: BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Jelord E. Kemp berasal dari California Satate University di Sanjose. Kemp mengembangkan mod...
Belajar Bersama: Tata Surya
Belajar Bersama: Tata Surya: A.PENGERTIAN TATA SURYA Tata surya adalah kumpulan benda-benda langit yang terdiri dari sebuah bintang besar yang disebut matahari, da...
Tata Surya
A.PENGERTIAN TATA SURYA
Tata
surya adalah kumpulan benda-benda langit yang terdiri dari sebuah
bintang besar yang disebut matahari, dan semua objek yang terikat oleh gaya
grafitasinya. Objek-objek tersebut adalah delapan buah planet yang sudah
diketahui dengan orbit berbentuk elips, lima planet kerdil, 173 satelit alami
yang telah diidentifikasi, dan jutaan benda langit (meteor, asteroid, komet)
lainnya. Tata Surya (Solar System) atau yang juga disebut keluarga matahari
(The sun and its family) adalah suatu sistem yang teridiri dari Matahari
sebagai pusar Tata Surya itu dan di kelilingi dengan planet-planet, komet
(bintang berekor), meteor (bintang beralih), satelit, dan asteroid.
B.TERBENTUKNYA TATA SURYA
1.Teori Nebula (Teori Kabut)oleh Immanuel Kant (1749-1827)
dan Piere Simon de Laplace (1796)
Matahari dan planet berasal dari sebuah kabut pijar yang
berpilin di dalam jagat raya, karena pilinannya itu berupa kabut yang membentuk
bulat seperti bola yang besar, makin mengecil bola itu makin cepat putarannya.
Akibatnya bentuk bola itu memepat pada kutubnya dan melebar di bagian
equatornya bahkan sebagian massa dari kabut gas pada menjauh dari gumpalan
intinya dan membentuk gelang-gelang di sekeliling bagian utama kabut itu,
gelang-gelang tersebut kemudian membentuk gumpalan pada, nah inilah yang
disebut planet-planet dan satelitnya. Sedangkan bagian tengah yang berpijar
tetap berbentuk gas pijar yang kita lihat sekarang sebagai matahari.
Teori
ini telah dipercaya umat manusia selama kira-kira 100 tahun, tetapi sekarang
telah banyak ditinggalkan karena 2 alasan di bawah ini:
- Tidak
mampu memberikan jawaban-jawaban kepada banyak hal atau masalah di dalam
tata surya kita
- Karena
munculnya banyak teori yang lebih memuaskan
2.Teori Planetesimal oleh Ahli Geologi Thomas C. Chamberlin
(1843-1928) dan Seorang Astronom Forest R. Moulton (1872-1952)
Tata Surya kita terbentuk akibbat
adanya bintang lain yang lewat cukup dekat dengan Matahari, pada masa awal
pembentukan Matahari. Kedekatan tersebut menyebabkan terjadinya tonjolan pada
permukaan matahari, dan bersama proses internal matahari, menarik materi
berulang kali dari matahari. Efek gravitasi bintang mengakibatkan terbentuknya
dua lengan spiral yang memanjang dari matahari.
Sementara sebagian besar materi
tertarik kembali, sebagian lain akan tetap di orbit, mendingin dan memadat, dan
menjadi benda-benda berukuran kecil yang mereka sebut planetisimal dan beberapa
yang besar disebut protoplanet. Objek-objek tersebut bertabrakan dari
waktu ke waktu dan membentuk planet dan bulan, sementara sisa materi lainnya
menjadi komet dan asteroid.
3.Teori Pasang Surut oleh Dua Orang yang Berasal dari
Inggris yaitu Sir James Jeans (1877-1946) dan Harold Jeffreys (1891)
Planet dianggap berbentuk karena
mendekatnya bintang lain kepada matahari. Keadaan yang hampir bertabrakan
menyebabkan tertariknya sejumlah besar materi dari matahari dan bintang lain
tersebut oleh gaya pasang surut bersama mereka yang kemudian terkondensasi
menjadi planet.
Setelah Bintang itu berlalu dengan
gaya tarik bintang yang besar pada permukaan matahari terjadi proses pasang
surut seperti peristiwa pasang surutnya air laut akibat gaya tarik bulan.
Sebagian massa matahari itu membentuk cerutu itu terputus-putus membentuk
gumpalan gas di sekitar matahari dengan ukuran yang berbeda-beda, gumpalan itu
membeku dan kemudian membentuk planet-planet.
Teori ini menjelaskan mengapa
planet-planet di bagian tengah seperti Yupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus
merupakan planet raksasa sedangkan di bagian ujungnya merpakan planet-panet
kecil. Kelahiran kesembilan planet itu karena pecahan gas dari matahari yang
berbentuk cerutu itu makan besarnya planet-planet ini berbeda-beda.
Namun Astronom Harold Jeffreys tahun
1929 membantah bahwa tabrakan yang sedemikian itu hampir tidak mungkin terjadi.
Demikian astronom Henry Norris Rusell mengemukakan keberatannya atas hipotesis
tersebut.
4.Teori Awan Debu oleh carl Von Weizsaeker (1940) yang
Kemudian Disempurnakan oleh Gerard P Kuiper (1950)
Tata Surya terbentuk dari gumpalan awan gas dan debu.
Gumpalan awan itu mengalami pemampatan, pada proses pemampatan tersebut
partikel-partikel debu tertarik ke bagian pusat awan itu membentuk gumpalan
bola dan mulai berpilin dan kemudian membentuk cakram yang tebal di bagian
tengah dan tipis di bagian tepinya. Partikel-partikel di bagian tengah cakram
itu saling menekan dan menimbulkan panas dan berpijar, bagian inilah yang
menjadi matahari. Sementara bagian yang luar berputar sangat cepat sehingga
terpecah-pecah menjadi gumpalan yang lebih kecil, gumpalan kecil ini berpilin
pula dan membeku kemudian menjadi planet-planet.
5.Teori Bintang Kembar oleh Fred Hoyle (1915-2001)
Tata Surya kita berupa dua bintang yang hampir sama
ukurannya dan berdekatan yang salah satunya meledak meninggalkan
serpihan-serpihan kecil. Serpihan itu terperangkap oleh gravitasi bintang yang
tudak meledak dan mulai mengelilinginya.
C.SEJARAH PENEMUAN TATA SURYA
Lima
planet terdekat ke matahari selain Bumi (Merkurius, Venus, Mars, Yupiter dan
Saturnus) telah dikenal sejak zaman dahulu, karena mereka semua bisa dilihat
dengan mata telanjang. Banyak bangsa di dunia ini memiliki nama sendiri untuk
masing-masing planet.
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pengamatan pada
lima abad lalu membawa manusia untuk memahami benda-benda langit terbebas dari
selubung mitologi. Galileo Galilei (1564-1642) dengan teleskop refraktornya
mampu menjadikan mata manusia “lebih tajam” dalam mengamati benda langit yang
tidak bisa diamati dengan mata telanjang.
Karena
Teleskop Galileo bisa mengamati lebih tajam, ia bisa melihat berbagai perubahan
bentuk penampakan Venus, seperti Venus Sabit atau Venus Purnama sebagai akibat
perubahan posisi Venus terhadap matahari. Pennalaran Venus mengitari matahari
makin memperkuat teori heliosentris, yaitu bahwa Matahari adalah pusat alam
semesta, bukan Bumi, yang sebelumnya digagas oleh Nicolas Copernicus
(1473-1543). Susunan heliosentris adalah Matahari dikelilingi oleh Merkurius
hingga Saturnus.
Teleskop
Galileo terus disempurnakan oleh Ilmuwan lain seperti Christian Huygens
(1629-1695) yang menemukan Titan, Satelit Saturnus, yang berada hampir dua kali
orbit Bumi-Yupiter.
Perkembangan
teleskop juga diimbangi pula dengan perkembangan perhitungan gerak benda-benda
langit dan hubungan satu dengan yang lain melalui Johannes Kepler (1571-1630)
dengan Hukum Kepler, dan Puncaknya Sir Isaac Newton (1642-1727) dengan hukum
gravitasi. Dengan dua teori perhitungan inilah yang memungkinkan pencarian dan
perhitungan benda-benda langit selanjutnya.
Pada
1781, William Herschel (1738-1822) menemukan Uranus. Perhitungan cermat orbit
Uranus menyimpulkan bahwa planet ini ada yang mengganggu. Sehingga pada 1846
ditemukan Neptunus, namun penemuan Neptunus ini tidak dapat menjelaskan secara
sempurna pengganggu Uranus. Kemudian pada tahun 1930 ditemukan sebuah planet lain
yang diberi nama Pluto, namun lisensinya sebagai planet sudah beberapa tahun
dicabut.:D
D.ANGGOTA
TATA SURYA
1.Matahari
Matahari
adalah bintang induk tata surya dan merupakan komponen utama sistem tata surya
ini. Bintang ini berukuran 332.830 massa bumi. Massa yang besar ini menyebabkan
kepadatan inti yang cukup besar untuk bisa mendukung kesinambungan fusi nuklir
dan menyemburkan sejumlah energi yang dahsyat. Kebanyakan energi ini
dipancarkan ke luar angkasa dalam bentuk radiasi elektromagnetik, termasuk
spektrum optik.
Matahari
adalah pusat dari tata surya. Matahari merupakan sebuah bintang yang tidak
berbeda dengan bintang lainnya.
- Matahari
adalah suatu bola gas panas yang memancarkan sendiri sumber energi ke
segala arah.
- Matahari
merupakan pusat tata surya.
- Bagi
kita matahari itu super besar tetapi ternyata di jagat raya Matahari
termasuk bintang yang berukuran kecil.
- Ukuran
garis tengahnya 100 kali lebih besar dari bumi, sehingga jika Matahari itu
kita anggap sebagai wadah kosong, matahari dapat menampung lebih dari 1
juta bumi.
- Matahari
dan energi yang dipancarkan lah yang menjamin kehidupan manusia di muka
bumi.
2.Planet-Planet
a.Merkurius
Merkurius adalah planet dalam yang
terkecil dan termasuk paling dekat dengan Matahari, jarak rata-rata ke matahari
58 juta Km, dan memiliki garis tengah 4.880 Km. Merkurius tidak mengandung
atmosfer, suhu disekitar planet berkisar antara 200 C-400 C. Gravitasi
merkurius kurang lebih hanya sepertiga kali gravitasi bumi.
b.Venus
Planet ini merupakan planet terdekat
dengan bumi, ia memiliki garis tengah sepanjang 12.104 Km. Jarak rata-rata ke
Matahari 106 Km, periode revolusinya 224 hari, gravitasi venus 2300 dan tekanan
udaranya 20 atmosfer (20 kali tekanan udara di bumi), permukaan Venus ditutupi
awan tebal sehingga mencapai 48 Km. Yang menarik hasil pengamatan beberapa
pesawat ruang angkasa terdapat formasi batuan muda dan pegunungan tua,
atmosfernya berwujud debu kering yang meliputi CO2, N, dan O2.
c.Bumi
Bumi merupakan planet ukuran ketiga,
dan satu-satunya planet yang dihuni oleh makhluk hhidup dan terdiri komposisi
sebagai berikut :
- Lapisan
biosfer, terdiri dari unsur nikel dan ferum, dan tebalnya kurang lebih
3.470 Km.
- Lapisan
antara memiliki tebal kurang lebih 1.700 Km dan terdiri dari batuan
meteorit.
- Lapisan
litosfer yang terdiri dari lapisan Sial karena terdiri dari SiO2 dan Al2
dan O3 dan bagian SiMa yang terdiri dari SiO2 dan MgO serta Al2O3, tebal
antara Sial dan sima tidak teratur, dipegunungan letaknya sangat dalam
sedangkan di laut bagian Sial langsung berhubungan dengan Sima.
Planet bumi merupakan planet yang istimewa, karena bumi
kbukan hanya tempat hidup manusia semata, tapi juga makhluk hidup lainnya
berkembang biak dengan baik, Planet bumi memiliki satelit, yaitu bulan
d.Mars
Mars dilihat dari lintasnnya antara
Bumi dan Matahari juga termasuk planet yang terdekat dengan Bumi, jarak
rata-rata planet Mars dengan Matahari 228 Km, beredar mengelilingi Matahari
dalam waktu 687 hari, waktu rotasinya 24 jam 37 menit 21 detik. Seperti planet
lain Mars memiliki dua satelit, yaitu;
Deimos, berdimendi 10x12x16 Km dan
periode orbitnya 30,3 hari. Deimos terbit dan terbenam seperti bulan di Bumi.
e.Yupiter
Yupiter merupakan planet terbesar,
ia memiliki diameter 130.000 Km. Jarak rata-rata ke matahari kurang lebih
sekitar 778 juta Km, dan struktur yupiter hampir sama dengan struktur matahari,
yang kebanyakan terdiri dari hidrogen serta campurannya, yaitu NH3, Amoniak,
Helium, dan Metan.
f.Saturnus
Planet saturnus planet kedua
terbesar setelah Yupiter, jarak rata-rata ke matahari kurang lebih 1.426 Km,
jangka revolusi planet ini adalah 29,5 tahun dan waktu yang diperlukan untuk
berputar pada sumbunya adalah 10 jam. Saturnus memiliki 17 satelit, dan beberapa
yang paling menonjol adalah Titan, Tethys, Rea, Dione, dan tiga cincin indah,
ketiga cincin tersebbut dapat diurai sebagai berikut:
- Cincin
A merupakan cincin luar yang garis tengahnya 260.000 Km.
- Cincin
B merupakan cincin tengah yang memiliki diameter sekitar 152.000 Km.
- Cincin
C merupakan cincin yang garis tengahnya 160.000 Km.
g.Uranus
Uranus memiliki jarak rata-rata
dengan matahari sekitar 2.869 juta Km, beredar mengelilingi Matahari dalam
waktu 84 tahun dengan kecepatan rotasi 11 jam. Planet ini berdiameter 49.700
Km, pada planet ini ditemukan unsur helium, hidrogen dan metan. Planet ini
mempunyai lima satelit, yaitu Miranda, Ariel, Umbriel, Titania, dan Oberon.
Keistimewaan planet ini adalah letak sumbu rotasinya sebidang dengan bidang
revolusinya, pada uranus, matahari bergeser dari utara ke selatan dalam periode
revolusinya.
h.Neptunus
Planet Neptunus adalah planet yang
terjauh dengan matahari, jaraknya sekitar 4.495 juta Km dengan matahari, dan
beredar mengelilingi matahari dalam waktu 165 hari. Waktu rotasinya 15 jam.
Satelit yang dimiliki Neptunus ada dua, yaitu Triton yang berdiameter 4.000 Km,
mempunyai atmosfer, dan bentuknya mirip pluto, sedangkan Nereid diameternya
2000 Km, letaknya lebih jauh dari bumi bila dibandingkan dengan triton.
3.Asteroid
Asteroid merupakan materi batuan
yang kedudukanya terletak diantara Mrs dan Yupiter. Materi dari asteroid
tersebut sebagian gagal menjadi planet karena adanya gaya gravitasi Yupiter
yang sangat kuat dan berlangsung secara terus menerus menghancurkan sebagian
lain materinya. Akibatnya hamparan materi itu menjadi sabuk asteroid, yang
sekarang menjadi bongkahan cincin raksasa dan serpihan batuan.
Asteroid menempati sabuk utama yang
berada diantara orbit Mars dan Yupiter. Asteroid pertama kali ditemukan 1
januari 1801. Di antara pecahannya, batuan terbesar dinamakan Ceres yang
bergaris tengah 480 mil, mengelilingi matahari dalam waktu 4,5 tahun.
Asteroid juga merupakan benda
angkasa yang ukurannya kecil, namun jumlahnya milyaran.Asteroid sendiri berupa
batu-batuan yang juga bergerak mengelilingi Matahari, ukurannya sangat kecil,
atau istilah lainyya disebut bintang kerdil dengan diameter lebih dari 240 Km.
4.Komet
Komet merupakan kumpulan bongkahan
batuan yang diselubungi kabut gas, ketika mendekati matahari, komet
mengeluarkan gas yang bercahaya pada bagan kepala, dan semburan cahaya pada
ekornya. Diameter komet termasuk selubung gas kurang lebih sejauh 100.000 Km.
Semakin dekat komet dengn matahari semakin besar pula tekanan cahaya matahari
yang diterimanya dan akan semakin panjang ekornya. Ekor komet teridiri dari CO,
CH, dan gas labil CH2 juga H2O
Komet dalam bahasa yunani artinya
bintang berekor dan komet ini adalah benda angkasa yang tidak padat terbentuk
dari pecahan bahan yang sangat kecil yaitu debu, temperatur dengan gas yang
sangat tipis, sehingga gaya gravitasinya sangat lemah.
Ada dua jenis komet, yaitu
a.Komet Berekor
Komet berekor yaitu komet yang
lintasannya berbentuk elips, komet ini bila lintasanya dekat dengan matahari
akan melepaskan gas yang diabsorsi diaerah dingin untuk membentuk ekor.
b.Komet Tak Berekor
Komet tak berekor yaitu komet yang
lintasannya sangat pendek sehingga tidak memiliki kesempatan mengabsorsi gas di
daerah dingin.
model desain pembelajaran J.E Kemp
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Jelord
E. Kemp berasal dari California Satate University di Sanjose. Kemp
mengembangkan model desain instruksional yang paling awal bagi pendidikan.
Model Kemp memberikan bimbingan kepada para siswanya untuk berpikir tentang
masalah-masalah umum dan tujuan-tujuan pembelajaran. Model ini juga mengarahkan
pengembang desain instruksional untuk melihat karekteristik para siswa serta
memnentukan tujuan-tujuan belajar yang tepat. Langkah berikutnya adalah
spesifikasi pelajaran dan mengembangkan pretest dari tujuan-tujuan yang telah
ditetapkan. Selanjutnya adalah menetapkan strategi dan langkah-langkah dalam
kegiatan belajar mengajar serta sumber-sumber belajar yang akan digunakan.
Selanjutnya, materi/isi (content) kemudian di evaluasi atas dasar
tujuan-tujuan yang telah dirumuskan. Langkah berikutnya adalah melakukan
identifikasi dan revisi didasarkan atas hasil-hasil evaluasi. Pentingnya
pembahasan ini yaitu agar kita bisa memahami bagaimana model pembelajaran
menorur J.E kemp sehingga dapat diterapkan dalam proses pembelajaran di kelas.
Secara
global, makalah ini membahas mengenai pengertian model pembelajaran menurut J.E
Kemp serta langkah-langkahnya dalam proses pendidikan.
B.
Rumusan
Masalah
1. Apa
pengertian model pembelajaran J.E Kemp?
2. Bagaimana
langkah-langkah model pembelajaran J.E Kemp?
3. Bagaimana
contoh RPP model J.E Kemp?
C.
Tujuan
1. Untuk
memahami pengertian model pembelajaran J.E Kemp.
2. Untuk
memahami langkah-langkah model pembelajaran J. E Kemp.
3. Untuk
mengetahui contoh RPP model J.E Kemp.
D.
Manfaat
Melalui
makalah ini kita dapat memahami model J.E Kemp dan dapat mengetaahui
langkah-langkah pengembangan desain pembelajran model Kemp dan menerapkannya
dalam pembuatan RPP yang dapat digunakan
dalam proses pembelajaran di kelas.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian
Model J.E kemp
Menurut
Kemp pengembangan perangakat merupakan suatu lingkaran yang berkelanjutan.
Namun karena kurikulum yang beralaku secara nasional di Indonesia dan
berorientasi pada tujuan, maka seyogyanya proses pengembangan itu dimulai dari
tujuan.[1]
Dalam
desain yang dikembangkan oleh kemp, tujuan pembelajaran bukanlah hal pertama
yang harus ditentukan ketika menyusun perencanaan pembelajaran. Perencanaan
pembelajaran dikembangkan mulai dari identifikasi masalah pembelajaran,
kemudian dilakukan analisis karakteristik siswa, analisis tugas, dilakukan
penyusunan tujuan pembelajaran, pengurutan isi materi, pemilihan strategi
pembelajaran yang tepat, membuat desain pesan, mengembangkan pembelajaran, dan
terakhir adalah mengevaluasi instrumen. Keseluruhan proses tersebut harus
dilakukan evaluasi. Proses evaluasi kemudian dijadikan dasar sebagai proses
revisi atau perbaikan. Berbagai proses tersebut juga membutuhkan layanan
pendukung dan implementasi dari manajemen proyek.[2]
a.
Kelebihan
Dalam
Model pembelajaran Kemp ini, di setiap melakukan langkah atau prosedur
terdapat revisi terlebih dahulu gunanya untuk menuju ketahap berikutnya.
Tujuannya adalah apabila terdapat kekurangan atau kesalahan di tahap tersebut,
dapat dilakukan perbaikan terlebih dahulu sebelum melangkah ke tahap berikutnya.[3]
b.
Kekurangan
Model
pembelajaran Jerold E. Kemp ini agak condong ke pembelajaran klasikal atau
pembelajaran di kelas. Oleh karena itu, peran guru di sini mempunyai pengaruh
yang besar, karena mereka dituntut dalam rangka prrogram pengajaran, instrumen
evaluasi, dan strategi pengajaran.[4]
Unsur-unsur
pengembangan perangkat pembelajaran menurut Kemp:

a.
Identifikasi
masalah pembelajaran
Tujuannya
adalah mengidentifikasi adanya kesenjangan antara tujuan menurut kurikulum ynag
berlaku dengan fajta yang terjadi dilapangan, baik yang menyangkut model,
pendekatan, metode,teknik, maupun strategi yang digunakan guru untuk mencapai
pembelajaran. Pokok bahasan atau materi yang dikembangkan, selanjutnya disusun
alternatif atau cara pembelajaran yang sesuai dalam upaya mencapai tujuan
seperti yang telah diharapkan dalam kurikulum.[5]
b. Analisis
siswa
Analisis
siswa dilakukan untuk mengetahui tingkah laku awal dan karakteristik siswa.
analisis tingkah laku awal digunkan untuk menegtahui keterampilan yang
dimilki,sedangkan karakteristi yaitu untuk mengetahui sejauhmana kemapuan
siswa, motivasi belajar siswa, pengalman yang dimiliki dan lain sebagainya.[6]
c.
Analisi tugas
Menurut
Kemp analisi tugas adalah kumpulan prosedur untuk menentukan isi suatu
pengajaran. Jadi analisis tugas atau tujuan tidak lain dari analisis isi
pelajaran, analisis konsep, analisis pemrosesan informasi dan analisis
prosedural yang digunakan untuk memudahkan pemahaman tau penguasaan tentang
tugas-tugas belajar dan tujuan pembelajaran yangdituangkan dan bentuk rencana
pelaksanaan pembelajran (RPP) dan lembar kegiatan siswa (LKS).[7]
d.
Merumuskan
indikator
Indikator
adalah tujuan pembelajaran yang diperoleh dari hasil analisis tujuan pada tahap
1. Indikator dirumuskan sebagai alat untuk mendesain kegiatan pembelajaran,
kerangka kerja dalam merencanakan cara mengevaluasi hasil belajar siswa dan
panduan cara siswa belajar.[8]
e.
Penyusunan
instrumen evaluasi
Penyusunan
ini digunakan untuk mengukur ketuntasan indikator dan kentuntasan
pengeusaan siswa setelah berlangsungnya
proses pembelajaran didasarkan pada jumlah soal yang dijawab secara benar.[9]
f.
Setrategi
pembelajaran
Kegiatan
ini meliputi model , pendekatan, metode, pemilihan format yang dipandang mampu
memberikan pengalaman yang berguna untuk mencapai tujuan pembelajaran.
g. Pemilihan
media atau sumber pembelajaran
Pada tahapan ini berdasarakan hasil
analisis tujuan,analisis karakteristik siswa, dan analisis tugas.
h. Pelayanan
pendukung
Selama proses pengembangan
diperlukan layanan pendukung yang berupa kebijakan kepala sekolah, guru mitra,
tata usaha, dan tenaga-tenaga terkait secara layanan laboraturium dan
perpustakaan.
i.Planning (Perencanaan) dan
Project Management (Manajemen Proyek)
Aspek
teknis perencanaan sangat mempengaruhi keberhasilan rancangan pengembangan.
Merencanakan pembelajaran merupakan suatu proses yang rumit sehingga menuntut
pengembang perangkat untuk selalu memperhatikan tiap-tiap unsur dan secara
terus menerus menilai kembali hubungan setiap bagian rencana itu dengan tata
keseluruhannya, karena setiap unsur dapat mempengaruhi perkembangan unsur yang
lain.[10]
j. Evaluasi Formatif
Penilaian formatif dilaksanakan selama pengembangan dan uji coba. Penilaian
ini berguna untuk menentukan kelemahan dalam perencanaan pengajaran sehingga
berbagai kekurangan dapat dihindari sebelum program terpakai secara luas.
k. Evaluasi Sumatif
Evaluasi sumatif secara langsung mengukur tingat pencapaian
tujuan-tujuan utama pada akhir pembelajaran. Sumber informasi utama kemungkinan
besar didapatkan, baik dari hasil posttest maupun uji akhir pembelajaran.
Penilaian sumatif meliputi hasil ujian akhir unit dan uji akhir untuk pelajaran
tertentu.
l. Revisi Perangkat Pembelajaran
Kegiatan revisi dilakukan secara terus-menerus pada setiap langkah
pengembangan. Hal ini berdasarkan uraian Kemp, bahwa setiap langkah rancangan
pembelajaran selalu berhubungan dengan kegiatan revisi. Kegiatan revisi
dimaksudkan untuk mengevaluasi dan memperbaiki rancangan yang dibuat.
B.
Langkah-Langkah
Model J.E. Kemp
Langkah-langkah
pengembangan desain pembelajaran model Kemp, terdiri dari delapan langkah,
yakni:[11]
1. Menentukan
tujuan instruksional umum (TIU) atau kompetensi dasar, yaitu tujuan umum yang ingin
dicapai dalam mengajarkan masing-masing pokok bahhasan.
2. Membuat
analisis tentang karakteristik siswa. Analisis ini diperlukan antara lain untuk
mengetahui apakah latar belakang pendidikan dan sosial budaya siswa
memungkinkan untuk mengikuti program, serta langkah-langkah apa yang perlu
diambil.
3. Menentukan
tujuan instruksional secara spesifik, operasional dan terukur (dalam KTSP
adalah indikator). Dengan demikian siswa akan tahu apa yang harus dikerjakan,
bagaimana mengerjakannya, dan apa ukurannya bahwa ia telah berhasil. Bagi guru,
rumusan itu akan berguna dalam menyusun tes kemampuan/keberhasilan dan
pemilihan materi/bahan belajar yang sesuai.
4. Menentukan
materi/bahan ajar yang sesuai dengan tujuan instruksional khusus (indikator)
yang telah dirumuskan. Masalah yang sering dihadapi guru-guru adalah begitu
banyaknya materi pelajaran yang harus diajarkan dengan waktu yang terbatas.
Demikian juga, timbul kesulitan dalam mengorganisasikan materi/bahan ajar yang
akan disajikan kepada para siswa. Dalam hal ini diperlukan ketepatan guru dalam
memilih dan memilah sumber belajar, materi, media, dan prosedur pembelajaran
yang akan digunakan.
5. Menetapkan
penjajagan atau tes awal (pressessment). Ini diperlukan untuk mengetahui
sejauh mana pengetahuan awal siswa dalam memenuhi prasyarat belajar yang
dituntut untuk mengikuti program pembelajaran yang akan dilaksanakan. Dengan
demikian, guru dapat memilih materi yang diperlukan tanpa harus menyajikan yang
tidak perlu, sehingga siswa tidak menjadi bosan.
6. Menetukan
strategi belajar mengajar, media dan sumber belajar. Kreteria umum untuk
pemilihan strategi pembelajaran yang sesuai dengan tujuan instruksiomal khusus
(indikator) tersebut, adalah efisiensi, keefektifan, ekonomis, kepraktisan,
melalui suatu analisis alternatif.
7. Mengoordinasikan
sarana penunjang yang diperlukan, meliputi biaya, fasilias, peralatan, waktu
dan tenaga.
8. Mengadakan
evaluasi. Evaluasi ini sangat perlu untuk mengontrol dan mengkaji keberhasilan
program secara keseluruhan, yaitu siswa, program pembelajaran, alat evaluasi
(tes), dan metode/strategi yang digunakan.
Semua
komponen diatas saling berhubungan satu dengan yang lainnya, bila adanya
perubahan atau data yang bertentangan pada salah satu komponen mengakibatkan
pengaruh pada komponen lainnya. Dalam lingkungan model Kemp menunjukkan
kemungkinan revisi tiap komponen bila diperlukan. Revisi dilakukan dengan data
pada komponen sebelumnya. Berbeda dengan pendekatan sistem dalam pembelajaran,
perencanaan desain pembelajaran ini bisa
dimulai dari komponen mana saja, jadi perencanaan desain boleh dimulai dengan
merencanakan pokok bahasan lebih dahulu, atau mungkin dengan evaluasi. Komponen
mana yang didahulukan serta di prioritaskan yang dipilih bergantung kepada data
apa yang sudah siap, tersedia, situasi, dan kondisi sekolah atau bergantung
pada pembuat perencanaan itu sendiri.
C.
Contoh
RPP Model J.E Kemp
Rencana
Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
Satuan
Pendidikan : SMP/MTs
Mata
Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam
Kelas :VII/I
Tema :Wujud zat dan larutan
Alokasi
Waktu : 2 jam pelajaran (2 kali
pertemuan)
A.
Standar
Kompetensi
Energi dan Perubahannya
(3) : Memahami wujud zat dan perubahan- perubahannya
Materi
dan Sifatnya (4) : Menjelaskan konsep partikel materi
B.
Kompetensi Dasar dan Contoh Indikator:
Energi
dan Perubahannya (3.1):
·
Mengamati
terjadinya perubahan wujud suatu zat
·
Menggambarkan
susunan dan gerak partikel pada berbagai wujud zat melalui penalaran
Materi
dan Sifatnya (4.1) :
Membandingkan
sifat fisika dan sifat kimia zat
·
Menentukan titik
didih, titik leleh, dan titik beku bahan-bahan materi dan sifatnya di rumah
tangga berdasarkan data percobaan.
·
Menunjukan
perbedaan antara titik didih dan titik leleh
·
Menyebutkan
faktor-faktor yang mempengaruhi kelarutan zat berdasarkan data percobaan.
·
Menjelaskan
variabel kontrol dan variabel manipulasi dalam proses pelarutan
C.
Tujuan:
Setelah melakukan
percobaan tentang wujud zat dan kelarutannya, peserta didik dapat:
1.
Menggambarkan
susunan dan gerak partikel berbagai wujud zat.
2.
Menentukan titik
didih, titik leleh, dan titik beku beberapa bahan kimia di rumah tangga
3.
Menjelaskan
faktor-faktor yang mempengaruhi kelarutan
zat
D. Analisis Siswa
Peserta didik cenderung
lebih mempu memahami materi dengan langsung mempraktekkannya.
E. Analisis Tugas
F. Merumuskan Indikator
Siwa mampu memahami sifat-sifat
zat berdasarkan wujudnya dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.
G.
Penyususnan Instrumen Evaluasi
Soal uraian dan
Presentasi
H.
Strategi Pembelajaran
- Pendekatan : Kontekstual
- Metode : Eksperimen
Diskusi
Kelompok
I.
Sumber Belajar
Buku
IPA dan lingkungan sekitar.
J.
Pelayanan Pendukung
Layanan Laboraturium
K.
Evaluasi
1. Teknik : Tes harian
2. Bentuk Instrumen : Soal Uraian, unjuk kerja (performance)
Rubrik Penilaian
(Mengamati Perubahan Wujud zat)
|
Aspek
|
Skor
|
Jml
|
Nilai
|
|||||
|
5
|
4
|
3
|
2
|
1
|
||||
|
1
|
Ketepatan
menggunakan bahan
|
|
|
|
|
|
|
|
|
2
|
Ketepatan
membendingkan bahan dengan pelarut
|
|
|
|
|
|
|
|
|
3
|
Kerja
sama dengan teman kelompok
|
|
|
|
|
|
|
|
|
4
|
Berpartisipasi
dalam membuat kesimpulan
|
|
|
|
|
|
|
|
|
5
|
Menghargai
pendapat teman
|
|
|
|
|
|
|
|
|
No
|
Aspek
|
Skor
|
Jml
|
Nilai
|
||||
|
5
|
4
|
3
|
2
|
1
|
||||
|
1
|
Ketepatan
menggunakan alat
|
|
|
|
|
|
|
|
|
2
|
Ketepatan
melarutkan bahan
|
|
|
|
|
|
|
|
|
3
|
Memasukkan
bahan yang sudah dilarutkan dalam wadah yang sesuai
|
|
|
|
|
|
|
|
|
4
|
Dapat
bekerja sama antara teman kelompok
|
|
|
|
|
|
|
|
|
5
|
Berpartisipasi
dalam kerja kelompok
|
|
|
|
|
|
|
|
|
6
|
Menghargai
pendapat teman
|
|
|
|
|
|
|
|
|
7
|
Dapat
menyumbangkan pendapat dan menyimpulkan hasil kegiatan
|
|
|
|
|
|
|
|
Skor maksimal
Uraian:
1.
Gambarkan
susunan partikel zat
2.
Jelaskan
perbedaan titik didih dan titik leleh!
3.
Sebutkan faktor-faktor
yang mempengaruhi kelarutan zat!
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Model
pembelajaran Jerold E. Kemp (1977), terdiri beberapa unsur, yaitu:
1. Identifikasi
masalah pembelajaran
2. Analisis
siswa
3. Analisis
tugas
4. Merumuskan
indikator
5. Menyusun
instrumen evaluasi
6. Strategi
pembelajaran
7. Pemilihan
media atau sumber pembelajaran
8. Pelayanan
pendukung
9. Perencanaan
dan manajemen proyek
10. Evaluasi
formatif
11. Evaluasi
sumatif
12. Revisi
perangkat pembelajaran
B. Saran
Makalah yang
ditulis ini tentunya sangat jauh dari kata sempurna. Maka penulis dengan senang
hatimenerima saran yang membangun dari
pembaca. Meskipun demikian penulis tetap menyarankan kepada para pembaca agar
membaca makalah ini lebih- lebih bisa memahami dan menerapkan model
pembelajaran J.E Kemp.
Daftar Pustaka
Trianto,
Model Pembelajran Terpadu, ( Jakarta:
Bumi Aksara, 2012)
Sugeng
Listiyo Prabowo, Faridah Nurmaliyah,
Perencanaan Pembelajaran, (Malang:UIN Press,2010)
Rusman,
Model-Model Pembelajaran,(Bandung:
Raja Grafindo, 2012)
http://ekasilalahi159.blogspot.com/2013/11/model-pembelajaran-morrison-ross-and.html,diakses 12-03-2014
[1] Trianto, Model Pembelajran Terpadu, ( Jakarta: Bumi Aksara, 2012), hlm 81
[2] Sugeng Listiyo Prabowo, Faridah
Nurmaliyah, Perencanaan Pembelajaran,
(Malang:UIN Press,2010),hlm 14
[3] Rusman, Model-Model Pembelajaran,(Bandung: Raja Grafindo, 2012),hlm 184
[5] Ibid, 82
[6] Ibid, 82
[7] Ibid, 83
[8] Ibid, 85
[9] Ibid, 85
[11] Rusman, model-model pembelajaran, Rajagrafindo Persada, 2012, hlm. 167
Langganan:
Postingan (Atom)